Sobat dalam
hidup memang kita semua pasti mengalami senang dan susah, dan keduanya
memungkin kan kita untuk terus berkembang atau bahkan terus terpuruk. Untuk
berkembang tentunya motivasi yang kita miliki harus kuat. Berkaca pada
pengalaman pribadi sayasendiri merasa demikian, saat situasinya dianggap cukup
mengerikan, maka mulailah otak berfikir keras bagaimana bisa keluar dari zona
yang mengerikan ini. Lain halnya manakala hidup kita dalam keadaan senang, ini
biasanya malah dekat dengan zona nyaman yang membuat kita sulit untuk
berkembang. Titik kritis kehidupan tak jarang menjadi timbal balik seseorang
untuk sampai kepuncak keberhasilan. Bahkan menurut ustad yusuf Mansur kita
harus pepetkan situasinya agar pertolongan bisa datang dari Allah SWT.
Saat dimana
situasinya dipandang sebagai kritis maka otak dengan sekuat tenaga mencari
formulasi-formulasi yang dapat mengubah suasana, hal ini sesuai dengan firman
Allah yang tak akan merubah nasib seseorang jika orang itu tak mau merubah
nasibnya sendiri. Kalau kita perhatikan kisah-kisah orang yang dipandang cukup
sukses saat ini, bukan tanpa perjuangn mereka bisa sampai puncak seperti
sekarang ada onak duri yang mereka tempuh. Namun motivasi telah mengarahkannya
pada puncak kesuksesan bahkan aral dan rintangan tadi bisa tertutup karenanya.
Jadi timbul
pertanyaan jika kita mengalami situasi yang cukup sulit namun tidak jua
terangsang untuk terus tumbuh, maka ada yang salah dengan diri kita, bukankah
tak aka nada asap jika apinya tak menyala? Bertumbuhlah, maka anda akan
bahagia.
Keterpurukan
bukan akhir dari segalanya tapi ia adalah awal dari penggerak untuk bertumbuh
lebih hebat.
0 komentar:
Posting Komentar